Begini Pemasangan Lantai Vinyl Dengan Perekat Lem PVA

Pemasangan Lantai Vinyl

Memilih pelapis lantai rumah dilakukan pada saat bangunan sudah hampir selesai dibuat. Pemilihan ini dilakukan setelah tembok dan atap rumah selesai dibuat. Pelapis lantai yang digunakan sangat bervariasi. Semuanya dapat dipilih sesuai keinginan sendiri. Keramik dan granit merupakan dua material yang paling sering digunakan. Efek bersih dan mengkilap merupakan salah satu alasan pemakaian pelapis lantai dari keramik atau granit.

Vinyl lantai menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan. Pelapis lantai yang satu ini juga mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Pemasangan yang mudah serta hasil yang bagus menjadi alasan masyarakat. Pemasangan pelapis lantai vinyl bisa memanfaatkan berbagai bahan perekat seperti lem agar vinyl tidak mudah terkelupas.

Lem Perekat Vinyl

Vinyl merupakan bahan pelapis lantai pengganti keramik dan semacamnya. Pada bagian bawah vinyl sebenarnya sudah dilengkapi dengan perekat. Perekat ini digunakan untuk pemasangan. Sehingga para tukang tidak perlu mengolesi dasar lantai dengan lem lagi. Plastik yang terdapat pada bagian bawah dapat dilepas kemudian vinyl dapat ditempel pada permukaan lantai. Cara ini sebenarnya sudah cukup bagus pada saat pemasangan.

Vinyl lantai sebenarnya bisa langsung dipasang. Sayangnya lem ini masih bisa terkelupas sewaktu-waktu. Kondisi lantai yang panas dan lembab merupakan faktor pendorong terjadinya pengelupasan. Lem yang mengering tidak lagi merekat dengan kuat sehingga vinyl menjadi lepas.

Kondisi seperti ini dapat diatasi ketika pemasangan awal. Pada saat memasang lantai vinyl akan lebih baik bila ditambah lem. Lem kuning atau biasa dikenal dengan lem kayu merupakan jenis lem yang banyak digunakan. Lem ini mampu merekat dengan kuat dan mencegah terjadinya pengelupasan.

Jenis lem yang dapat dimanfaatkan pada pemasangan adalah lem PVA atau biasa dikenal dengan polivinili acetate. Bahan yang satu ini merupakan polimer kimia sintetis yang ditemukan oleh orang berkewarganegaraan Jerman. Polivinil acetat ditemukan pada tahun 1912 dan digunakan pada berbagai kebutuhan. Perekat ini masih tetap bertahan hingga sekarang dan terus digunakan oleh masyarakat seluruh dunia termasuk Indonesia.

PVA biasa digunakan dalam kebutuhan bangunan seperti merekatkan kayu, vinyl, dan lain sebagainya. Kelebihan dari PVA antara lain:

Lebih kuat

Kualitas merupakan tolak ukur kecintaan pelanggan terhadap berbagai produk. ketika memilih sebuah lem, hal pertama yang dilihat adalah tingkat kerekatan dan kekuatan. Semakin kuat lem pasti semakin disukai. PVA mampu bertahan dan menggeser berbagai jenis lem yang berkembang karena kekuatan yang dihasilkan. Terutama ketika digunakan pada benda-benda yang memiliki pori-pori seperti kayu.

Aman

PVA merupakan senyawa kimia sintetis yang aman untuk digunakan. Aman digunakan tapi tetap berbahaya apabila dimakan. Oleh karena itu jauhkan benda-benda semacam ini dari jangkauan anak-anak. Polivinil acetate merupakan lem ramah lingkungan yang tidak banyak menimbulkan efek samping.

Tidak Bau

Mayoritas lem memiliki bau yang khas. Bau juga menjadi ciri khusus yang digunakan untuk mengenali sebuah lem. Pada PVA bau yang dihasilkan sangat minim bahkan hamper tidak berbau. Hal ini sangat cocok diterapkan pada vinyil. Bau yang sangat minimal akan menghasilkan kenyamanan bagi penghuni rumah.

Pelapis lantai dari bahan vinyl sedang banyak dipilih masyarakat. Berbagai toko bangunan juga mulai jual lantai vinyl murah untuk para konsumennya. Demikian ulasan mengenai bahan perekat vinyl lantai. Pelapis nyaman lantai rumah masyarakat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*